tendanganpojok.com – Pada 2013, Rod Ruddick tersenyum bangga. Anak asuhnya, Gareth Bale, direkrut Real Madrid yang menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia. Hatinya kian lapang saat perkenalannya di Santiago Bernabeu tidak mengecewakan. Sederet kalimat dalam bahasa Spanyol berhasil ia ucapkan tanpa cela.

Rod Ruddick pantas bangga. Tiga tahun sebelumnya, ia lah yang meminta Bale untuk belajar bahasa asing, utamanya bahasa Spanyol. Ruddick yakin benar kalau suatu hari nanti, Bale akan melanglangbuana ke berbagai negara. Ruddick percaya kalau Bale bisa bermain buat kesebelasan manapun di seluruh dunia.“HOLA, es un sueno para mi jugar para Real Madrid. Gracias por la gran bienvenida. Hala Madrid!”

Meskipun Ruddick tidak begitu paham apa yang diucapkan Bale, tapi dari kefasihannya berbicara, Ruddick merasa kalau Bale melakukan apa yang dulu ia pinta.

“Mendengar Gareth mengatakan kata-kata itu ke khalayak membuat tersenyum dan amat, amat bangga,” kata Rod Ruddick.

“Dia cuma melihatku dengan matanya yang besar karena dia tak menduga akan mendengar komentar semacam itu. Namun, aku menjelaskan kalau dia akan berkembang menjadi pemain yang cukup bagus untuk menjadi bintang di klub manapun di Eropa,” kata Ruddick.Menurut Ruddick, permintaan untuk belajar bahasa asing memang tak begitu serius. Namun, tampaknya hal itu disikapi serius oleh Bale.

Rod Ruddick merasa kalau liga yang terbaik secara teknis adalah La Liga. Ia pun merasa kalau tak ada klub yang bisa lebih besar dari Real Madrid. Itu yang membuatnya menyarankan Bale agar belajar bahasa Spanyol.

Bale lantas mulai memelajarai bahasa Spanyol. “Aku mengirim SMS beberapa pekan lalu menanyakan bagaimana perkembangan bahasa Spanyolnya. Dia membalas kalau dia masih belajar. (Faktanya), dia belajar dengan baik. Karena menyapa fans Real Madrid terlihat tanpa perlu usaha ekstra,” tutur Ruddick.

Memberi Pengaruh Besar untuk Bale

Nama Rod Ruddick memang jarang terdengar di media massa. Baru kemudian Gareth Bale menyebut kalau Ruddick lah yang punya peran besar dalam kariernya. Kepercayaan Ruddick kalau Bale akan berkembang menjadi pemain hebat, membuat mantan pemain Tottenham Hotspur ini berusaha sekuat tenaga dalam perkembangannya sebagai remaja.

Pertemuan pertama Ruddick dengan Bale terjadi di pertandingan enam-lawan-enam U-9 di Newport. Kala itu, Bale yang berusia tujuh tahun membela Cardiff Civil Service. Rod Ruddick sendiri merupakan manajer Bath, yang masih bagian dari akademi Southampton. Rutinitasnya adalah mencari bakat-bakat di Wales Selatan.

Ruddick sendiri tak kenal dengan Bale kala itu. Ia cuma datang ke turnamen buat melihat kalau-kalau ada seseorang yang mencolok. Dari pinggir lapangan, sembari menyesap kopi, ia memerhatikan sejumlah anak yang tengah bertanding.

“Di musim panas itu, aku memerhatikan anak kecil kurus, kidal, kidal, dan kida, yang terus berlari cepat melewati para pemain dan mencetak gol atau membuat peluang. Aku terus memerhatikan anak ini dan mulai berpikir.”

“Semakin aku lihat, semakin dia mulai berlari. Bahkan di turnamen enam-lawan-enam sekalipun, Anda bisa melihat kalau seseorang punya bakat istimewa. Beberapa berhasil ditemukan, tapi mereka tak berkembang,” kata Ruddick.

Berbeda dengan anak lainnya, Ruddick menilai kalau Bale punya skill, bisa lari melewati orang-orang, dengan gaya yang sama seperti saat ini. Namun, yang terpenting, Ruddick melihat kalau Bale tengah menikmati dirinya sendiri di hari itu, yang bermain dengan senyuman di wajahnya.

Yakin dengan pendapatnya, Ruddick lantas menghubungi orang-orang di Cardiff Civil Service. Tak lupa ia juga berbicara dengan orang tua Bale, Frank dan Debbie. Ruddick pun sukses membawa Bale ke Bath.

Sejak usia sembilan hingga 16, Ruddick dan orang tua Bale memerhatikan secara seksama perkembangannya. Namun, di usia 14 hingga 16, Bale mengalami gangguan pertumbuhan. Sejumlah orang merasa kalau Bale akan gagal.

“Beberapa orang di klub tak yakin apakah dia akan berhasil. Namun, buat kami yang sudah bekerja dengannya di Bath selama delapan tahun, selalu punya kepercayaan diri penuh padanya,” ungkap Ruddick.

Benar saja. Di usia 16 tahun, Bale sudah mulai nyaman dengan tubuhnya. Di usia yang sama, George Burley, manajer Southampton, memanggilnya ke tim utama. Tak lama kemudian, John Toshack, memberi Bale debutnya di tim nasional Wales. Di sinilah mulai banyak kesebelasan yang menginginkan Bale. (Arief Ramdhani)